Strategi Diversifikasi untuk Beberapa Alasan

January 30, 2010 by Muhammad Ansori
Filed under: Business Strategy 

DiversifikasiBeberapa waktu yang lalu saya mendapat kabar, bahwa kawan saya yang mempunyai bisnis di bidang jasa pembasmian hama mengalami kebangkrutan dan bahkan hingga rumah satu-satunya yang ditempati ikut terjual. Mendengar informasi tersebut saya terkejut dan merasa prihatin dengan kejadian tersebut. Sebetulnya, satu setengah tahun sebelum kejadian saya sempat melihat gejala ke arah penurunan penjualan ketika saya sempat bergabung dengan usahanya. Namun, waktu itu dia belum tahu langkah apa yang harus ditempuh untuk mengatasi problem tersebut. Dan, hal tersebut terus berjalan sampai pada akhirnya dia bangkrut…! Suatu keadaan yang sangat ditakuti oleh semua pengusaha…!

Menurut saya, waktu itu dia tidak siap dan terlambat untuk menyadari dan mengambil tindakan bagaimana mempertahankan usahanya di tengah-tengah kondisi lingkungan bisnis yang berubah dinamis dengan tingkat kompetisi yang tajam. Dia masih terlena dengan hasil-hasil gemilang yang pernah diraihnya pada masa-masa yang lalu. Dan, berharap kejadian tersebut masih dapat terulang pada masa yang akan datang. Sehingga pada saat dan kondisi yang menuntutnya untuk melakukan suatu perubahan pada bisnisnya sudah terlambat. Berkaitan dengan hal tersebut saya mencoba untuk men-sharing-kan melalui blog saya tentang strategi diversifikasi. Strategi ini dapat digunakan untuk berbagai alasan (pertimbangan), setidaknya strategi ini dapat digunakan untuk menghindari kejadian seperti di atas…!

STRATEGI DIVERSIFIKASI UNTUK APA?

Anda dapat menerapkan strategi diversifikasi untuk beberapa pertimbangan atau alasan, yang di antaranya adalah untuk:


Survival (mempertahankan hidup). Sebagai contoh, jika perusahaan anda menghasilkan penjualan hanya pada periode tertentu, hal tersebut dapat dipakai untuk mempertimbangkan (alasan) melakukan diversifikasi. Dengan mengembangkan portofolio dari produk atau jasa anda, anda dapat memastikan aliran pendapatan reguler dari Januari hingga Desember. Sebagai contoh sederhananya, jika anda sebagai penjual es kopyor maka langkah yang ditempuh untuk melakukan diversifikasi adalah anda dapat mengganti dagangan anda dengan bakso ketika musim hujan tiba.


Mendorong pertumbuhan prospek. Dengan daya kreativitas yang anda miliki, anda dapat mengembangkan rentang  produk dan/atau jasa anda. Anda masih dapat menjual produk-produk anda ke pelanggan anda sambil menggapai ke pasar yang baru. Dengan demikian, hal ini akan dapat mendorong pertumbuhan prospek anda. Dan barangkali alasan terbesar untuk melakukan hal tersebut adalah untuk memperluas reputasi merek ke pasar lain. Ibarat bola salju yang anda jatuhkan dan menggelinding ke bawah yang semakin lama semakin membesar yang sebelumnya tidak pernah anda bayangkan.


Memperluas ke pasar yang baru. Anda dapat melakukan diversifikasi dengan kemajuan yang alami. Sebagai contoh, jika anda menjual makanan, anda dapat menambahkan dengan berbagai minuman. Bila anda ingin lebih radikal, anda dapat memperluas rentang produk makanan dan minuman anda dengan merek anda namun dengan tetap menawarkan kepada pelanggan anda yang sama. Sebagai alternative lain, anda dapat menggunakan kekuatan merek anda untuk memperluas ke pasar yang baru. Sebagai misal anda telah memiliki merek yang kuat untuk segmen produk atau jasa tertentu, maka sebagai upaya diversifikasi bisnis anda mendirikan usaha baru untuk produk atau jasa yang merupakan area bisnis yang sangat berbeda.


Mempererat genggaman pada pasar. Strategi diversifikasi bisnis popular yang lain adalah integrasi ke belakang dan ke depan sepanjang rantai pasok (supply chain) guna mempererat genggaman pada pasar. Sebagai contoh, anda misalnya sebagai produsen mie, maka anda dapat melakukan diversifikasi ke belakang dengan menjadi produsen tepung. Selain itu, anda dapat pula melakukan diversifikasi ke depan dengan mendirikan mini market atau toko untuk menjualnya. Dengan demikian anda dapat menggenggam erat pasar anda melalui penguasan rantai pasok produk tersebut.


KAPAN DIVERSIFIKASI DILAKUKAN?


Sejarah mengatakan kepada kita bahwa tidak disarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi hingga bisnis inti anda stabil dan menguntungkan. Jika anda masih berjuang untuk memenangkan pesanan dan membangun penjualan untuk produk inti anda, maka suatu bahaya yang nyata akan mengancam anda…!


KELEMAHAN YANG HARUS DIPERHATIKAN!

  1. Memang diversifikasi dapat meletakkan anda pada jalan yang cepat untuk pertumbuhan akan tetapi jika strategi ini gagal juga dapat melenyapkan uang anda.
  2. Dengan memperluas rentang produk anda dan bahkan perputaran produk anda meningkat, maka biaya-biayanya juga meningkat dan hal ini dapat pula berakibat menurunkan profit anda.
  3. Dengan memperluas ke pasar yang baru, maka bahaya yang muncul pada target pelanggan yang baru belum tentu anda ketahui. Untuk itu diperlukan suatu riset sebelum melakukan diversifikasi.
  4. Untuk melakukan diversifikasi diperlukan orang yang benar-benar menguasai karakteristik bisnis tiap-tiap produk anda.


Memang strategi diversifikasi ini memiliki keunggulan dan kelemahannya, namun bila anda dapat menerapkannya secara tepat maka anda akan dapat memperoleh manfaat yang maksimal. Semoga ulasan ini dapat menjadi inspirasi yang membangun bagi kesuksesan kita…!


Related Post

Comments

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





  • Awareness Thinking

    Muhammad Ansori

    Melalui catatanku ini saya ingin mengingatkan bahwa lingkungan bisnis akan selalu berubah secara dinamis. Untuk itu marilah kita senantiasa berpikir tentang strategi apa dan marketing yang bagaimana yang dapat memanfaatkan perubahan tersebut untuk kemajuan bisnis kita. Akhirnya, semoga catatanku ini dapat memberikan inspirasi yang bermanfaat serta semoga keberhasilan senantiasa menyertai kita bersama...!

  • Search by Tags

  • Recent Comments

  • Recent Posts

  • Visitor List

  • Share/Bookmark
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia