5 Komponen Gethok-tular Marketing

January 8, 2010 by Muhammad Ansori
Filed under: Marketing Strategy 

gethok-tular marketing

Meskipun sedikit terlambat, tetapi saya akan tetap mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2010” kepada teman-teman dan pengunjung blog saya. Semoga di awal tahun baru ini kita memiliki semangat baru dalam memperbaiki kualitas hidup dan kehidupan kita. Mengawali pertemuan kita di tahun baru ini saya ingin “menggethok-tulari” apa yang telah saya catat dalam blog saya tentang “gethok-tular marketing”.

Gethok-tular” adalah merupakan proses transformasi informasi dari satu orang ke orang lain.  Dalam masyarakat kita proses ini sudah terjadi sejak jaman dahulu sampai dengan sekarang. Kalau jaman dahulu prosesnya terjadi dari mulut satu orang ke orang lain tanpa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi ataupun media social yang memadai sehingga jangkauan sebar informasi tersebut relative terbatas. Sedangkan saat sekarang, dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat baik serta ditunjang dengan media social yang baik dan beragam, maka daya sebar dan jangkauannya sangat luas dalam waktu yang relative singkat.

Adapun “gethok-tular marketing” atau yang lebih dikenal dengan sebutan word of mouth marketing adalah merupakan sistem pemasaran khusus yang baru yang dapat dijalankan, diukur dan direncanakan sebagaimana bentuk pemasaran yang lain. Sistem pemasaran yang digunakan untuk mengajak dan mempengaruhi pelanggan ini mempunyai beberapa subkategori meliputi viral marketing, blogs, komunitas, program-program loyalitas, serta beberapa teknik lain yang digunakan untuk mendapatkan pelanggan yang membicarakan tentang produk-produk kita.

Karena proses transformasi informasi dalam “gethok-tular marketing” dilakukan dari pelanggan untuk pelanggan dan oleh pelanggan, maka di sini terdapat kode etik yang digunakan untuk menjamin keberhasilan system marketing ini di masyarakat. WOMMA (Word of Mouth Marketing Association) telah memiliki kode etik yang harus ditaati dalam menjalankan proses marketing ini. Di antara kode etik yang harus dijalankan dalam system “gethok-tular marketing” ini adalah dilarang melakukan penipuan, memasarkan sesuatu yang disembunyikan, dilakukan sebagai perjudian atau sesuatu yang menyembunyikan keterlibatan pemasar. Bila hal-hal tersebut dilanggar maka akan berakibat hilangnya kepercayaan pada anda.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Andy Sernovitz dalam marketingprofs.com, bahwa ada lima komponen dalam system “gethok-tular marketing”, yaitu: Pembicara, Topik, Alat, Partisipasi dan Pengukuran.

1. Pembicara: Orang yang lebih mungkin menyebarkan pesan-pesan anda.

Di sini yang dimaksud Pembicara adalah merupakan “orang yang berpengaruh” atau bisa juga suatu kelompok yang memiliki antusiasme dan hubungan untuk menyebarkan pesan-pesan anda kepada target “pendengar”. Mereka bisa dari suatu bagian program formal keagamaan, atau bisa juga blogger yang memiliki topic yang sesuai dengan produk anda. Juga, kadang-kadang mereka adalah pelanggan baru yang mempunyai semangat yang tinggi, atau mereka penggemar fanatic yang bersedia menyebarkan pesan-pesan anda.

2. Topik: Konsep-konsep yang mudah disampaikan dan mudah dibicarakan orang, gagasan sederhana yang “gethok-tular friendly”.

Pusat-pusat “gethok-tular” dapat menciptakan pesan yang anda ingin sebarkan. Topik-topik yang baik adalah yang “portable”, yaitu gagasan sederhana yang satu orang dapat menyampaikan kepada orang lain dengan baik. Ide-ide ini dapat menjadi konsep-konsep yang dapat membangun merek yang canggih.

3. Alat: Teknik-teknik dan teknologi yang membuat lebih mudah melakukan percakapan dalam “sistem gethok-tular”.

Pemasar “gethok-tular” dapat membuat dampak terbesarnya ketika mereka menyediakan insfrastruktur penyebaran pesan. Pertumbuhan “gethok-tular” sekarang sebagai teknik pemasaran sebagian besar dikarenakan pertumbuhan alat-alat yang menunjang komunikasi dalam “gethok-tular marketing”. Sebagai contoh adalah: discount untuk teman khusus dan keluarga bisa menjadi topic pembicaraan yang bernilai, akan tetapi hal ini akan memiliki daya pemasaran yang eksponensial jika anda mengemasnya ke dalam email yang mudah untuk diteruskan. Contoh lain, yaitu sebuah blog sebagai alat yang memungkinkan sebuah perusahaan berbicara langsung dengan penggemar, memberikan mereka sebuah cerita untuk “ditularkan” kepada yang lain.

4. Partisipasi: Berpartisipasi dalam percakapan “gethok-tular” dan melibatkan diri dalam suatu dialog dua-arah secara tulus.

Bila anda membuka pintu dan bertemu orang dan menganjurkan mereka untuk mulai membicarakan tentang merek anda, mereka mengharapkan anda untuk berpartisipasi dalam percakapan tersebut. Anda perlu merespon pesan-pesan mereka, anda perlu menerima komentar-komentar pada blog anda, anda juga perlu berpartisipasi dalam kelompok diskusi, serta anda perlu menjawab telepon. Sekali anda membuka pintu dan terlibat dalam pembicaraan, maka anda tidak akan dapat menutupnya lagi. Anda akan menerima umpan-balik negative, menerima orang-orang aneh dan anda perlu menugaskan staf untuk mendengar dan belajar dari percakapan tersebut. Namun, pada waktu yang sama, anda akan memperoleh penghargaan dan rekomendasi dari pelanggan anda dan membangun hubungan jangka panjang yang sangat kuat.

5. Pengukuran: Mengukur percakapan online.

Alat-alat yang mengagumkan telah dikembangkan pada tahun yang lalu yang memungkinkan kita untuk memahami bagaimana perjalanan percakapan “gethok-tular” dan bagaimana kita dapat mengikuti apa yang konsumen katakan tentang perusahaan-perusahaan anda. Pertumbuhan yang cepat dari blog dan komunitas online telah menempatkan begitu banyak percakapan konsumen dengan konsumen dalam bentuk tulisan. Dan, ketika telah tertulis maka begitu lebih mudah untuk mengukurnya.

Berdasarkan ini, kita dapat mengambil percakapan online tersebut dan memproyeksikannya dalam dunia offline.

Sebagai penutup, “gethok-tular marketing” tidaklah sangat rumit: Berikan masyarakat hal-hal menarik untuk dibicarakan, dan buatlah lebih mudah untuk membicarakannya.


Related Post

Comments

8 Comments on 5 Komponen Gethok-tular Marketing

  1. Bisnis dan Marketing on Tue, 19th Jan 2010 3:29 pm
  2. nice inpo pak….ulasan yg mendetail, sekalian mampir ke blog saya kalo ada waktu (disempatin dung)

    saya tunggu ulasan2 berikutnya

    Reply

    Muhammad Ansori Reply:

    Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Saya akan berkunjung ke blog anda. Semoga kita sukses…!

    Reply

  3. fadly muin on Wed, 20th Jan 2010 2:51 pm
  4. betul juga yah, sebenarnya kita sudah paham akan prinsip gethok tular ini pak. tapi kita tidak pernah menyadarinya. artikel ini semakin memperjelas, apa sesungguhnya yg sudah terjadi.. :)

    Reply

    Muhammad Ansori Reply:

    @fadly muin, memang gethok-tular telah terjadi di masyarakat kita sejak dahulu. Baik secara sengaja atau tidak telah menjadi teknik marketing yang cukup handal.

    Reply

  5. arief maulana | motivasi, bisnis, manajemen diri on Sat, 23rd Jan 2010 5:55 am
  6. efek gethok tular ini cukup mengerikan juga.
    Kalau positif / negatif cepet banget nyebarnya…

    tinggal kita mau mengembangkan wacana yg mana, positif / negatif

    Reply

    Muhammad Ansori Reply:

    Betul sekali mas…! Ibarat pisau gethok-tular ini merupakan pisau bermata dua. Jadi kita harus pintar dalam mengelola gethok-tular ini agar sisi positipnya bisa menutup sisi negatipnya.

    Reply

  7. suarakelana on Thu, 28th Jan 2010 12:13 pm
  8. Pada praktek offline, saya menjalankan sistem ini melalui para agen yg tinggal bersama di tiap komunitas sasaran, menjadi bagian dari komunitas tsb.

    Reply

    Muhammad Ansori Reply:

    @suarakelana, terima kasih atas informasinya yang bermanfaat. Semoga sukses…!

    Reply

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





  • Awareness Thinking

    Muhammad Ansori

    Melalui catatanku ini saya ingin mengingatkan bahwa lingkungan bisnis akan selalu berubah secara dinamis. Untuk itu marilah kita senantiasa berpikir tentang strategi apa dan marketing yang bagaimana yang dapat memanfaatkan perubahan tersebut untuk kemajuan bisnis kita. Akhirnya, semoga catatanku ini dapat memberikan inspirasi yang bermanfaat serta semoga keberhasilan senantiasa menyertai kita bersama...!

  • Search by Tags

  • Recent Comments

  • Recent Posts

  • Visitor List

  • Share/Bookmark
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia