9 Strategi untuk Menumbuhkan Bisnis Anda di Masa Resesi (Bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah berkomentar di blog mas Hengky tentang bagaimana menyikapi hidup kita yang selalu menghadapi masalah. Saya bilang bahwa hidup ini memang untuk menyelesaikan masalah, dan hidup ini akan terasa lebih hidup apabila kita bisa mengoptimalkan kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah tersebut…
Lalu, bila saya hubungkan dengan masalah yang dihadapi oleh para pebisnis, maka lebih sering para pebisnis menghadapi masalah dan tantangan. Akan tetapi mereka pantang menyerah. Permasalahan justeru membuat mereka menemukan cara-cara baru untuk mengatasi masalah. Karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, meski masalah tersebut berupa krisis ekonomi atau resesi ekonomi sekalipun seperti yang sekarang melanda Amerika Serikat dan dampaknya juga dirasakan oleh beberapa perusahaan yang ada di Indonesia.
Masa resesi, memang merupakan masa yang sulit bagi semua pebisnis. Jarang sekali pebisnis yang bisa mengatasi masa ini dengan baik dan bisa berhasil keluar dengan selamat. Oleh karena itu, masa-masa ini merupakan masa yang menakutkan bagi pebisnis dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.
Meski demikian, masa sulit tersebut bukan berarti tidak ada jalan keluarnya. Asal anda mau berusaha dengan kreatif dan penuh inovasi, masa sulit tersebut akan dapat anda atasi dengan sedikit pengorbanan. Ingat dan tetaplah selalu berpegang pada ayat al-Qur’an surat al-Insyiroh, yang artinya: “…Maka sesungguhnya kesulitan itu beserta kemudahan. Sungguh kesulitan itu beserta kemudahan…”. Untuk itu, tetaplah semangat…! Sambut tantangan yang menghadang sebagai peluang…! Selesaikan segera semua masalah agar jiwa terasah…! Dan, saya akan membagikan beberapa pilihan strategi untuk menumbuhkan bisnis anda pada masa yang ingin dihindari oleh para pebisnis, yaitu masa resesi.
Beberapa strategi yang akan saya bagikan kepada anda ini merupakan laporan khusus dari Bill Birnbaum yang diberikan kepada saya beberapa waktu yang lalu. Laporan khusus ini menawarkan kombinasi strategi yang telah terbukti berhasil menumbuhkan bisnis dari para kliennya. Strategi ini dapat diaplikasikan sepanjang waktu, terutama pada masa resesi ekonomi.
Untuk menggambarkan bagaimana masing-masing strategi dalam “dunia nyata”, beliau menghubungkan dengan cerita anekdot untuk masing-masing strategi. Jadi anda tidak hanya akan mendapatkan manfaat dari mempelajari masing-masing strategi, tetapi anda juga akan menikmati dan senang membacanya.
Dalam Laporan Khusus ini, beliau mendiskusikan 9 strategi spesifik. Dan, tidak setiap satu dari sembilan strategi ini akan diaplikasikan terhadap suatu bisnis tertentu. Jadi pilih dan ambil di antara sembilan strategi tersebut. Mungkin, anda akan menemukan dua atau tiga yang akan paling cocok untuk organisasi bisnis anda. Dia sangat berharap anda akan memperoleh manfaat dari keberhasilan anda mendaptasikan strategi spesifik ini.
Strategi 1: Carilah “Relung Pasar” Anda
Kalau anda masih kebingungan dengan istilah strategi di atas, nanti anda akan paham sendiri setelah membaca kisah pebisnis yang tangguh ini. Ceritanya begini, ketika dia (Bill Birnbaum) masih anak-anak, ayahnya memiliki sebuah toko grosir di Downtown Brooklyn, New York. Seperti kebanyakan pemilik toko grosir, ayahnya bekerja cukup keras untuk bisa hidup yang lebih baik. Kemudian, kira-kira tahun 1950, supermarket telah menjadi kekuatan utama dalam industri grosir. Dan tebak apa…? Hanya satu blok jaraknya dari toko ayahnya, sebuah A&P supermarket yang baru telah dibuka. Pada waktu itu, A&P adalah rantai supermarket yang dominan di New York – tumbuh cepat dan mengalahkan yang mandiri satu demi satu.
Cukup yakin, dengan dibukanya A&P hanya satu blok jaraknya, bisnis ayahnya menderita seketika. Sesungguhnya, pada awalnya kelihatan ayahnya harus menutup tokonya.
Akan tetapi, pada waktu yang sama ketika supermarket berkembang dengan pesatnya, sebuah perubahan demografi yang menarik terjadi di New York. Orang-orang Puerto Rico mulai berimigrasi ke kota New York. Dan toko ayahnya tepat berada di lingkungan dimana orang-orang tersebut berpindah.
Ayahnya menangkap bahwa ini adalah sebuah peluang. Dia yakin bahwa ayahnya tidak pernah mendengar istilah “relung pasar”, tetapi setidaknya belum terlambat bagi dia dalam kesempatan ini. Ayahnya mendapatkan importer yang menyuplai buah-buahan dan sayur-mayur daerah tropis. Ayahnya membeli beras beratus-ratus sak. Ayahnya juga mendapatkan pekerja untuk mengirimkan makanan kaleng dengan label berbahasa Spanyol.
Ayahnya berusaha keras mempelajari baik produk maupun bahasa Spanyol. Bahkan ayahnya belajar bahasa Spanyol sampai larut malam. Selain itu, ayahnya juga mengontrak dua orang untuk membantu di tokonya, Geraldo dan Carlos. Mereka berdua baru datang dari Puerto Rico. Ayahnya memberi tanda di dalam dan di luar tokonya dengan bahasa Spanyol.
Ayahnya telah merubah seluruh suasana tokonya. Pelanggannya, semua sekarang imigran dari Puerto Rico. Mereka merasa berada di kampung halamannya saat mereka belanja di tokonya. Dan bisnis ayahnya pun tumbuh seiring dengan pertumbuhan lingkungan etnis Puerto Rico…
Demikian sepenggal kisah perjuangan pengusaha grosir yang tersingkir oleh bisnis supermarket, namun dengan jelinya dalam melihat lingkungan bisnis dia menemukan “relung pasar”. Dan, “relung pasar” inilah yang akhirnya mendatangkan ide untuk membangkitkan semangatnya untuk tetap menjalankan tokonya hingga berhasil…!
Bersambung…!
Related Post
Comments
24 Comments on 9 Strategi untuk Menumbuhkan Bisnis Anda di Masa Resesi (Bagian 1)
-
Peluang bisnis - Ricky on
Sat, 13th Jun 2009 10:37 am
-
M. Ansori on
Sat, 13th Jun 2009 11:46 am
-
Fadly Muin on
Sat, 13th Jun 2009 3:27 pm
-
Muhammad Ansori on
Sat, 13th Jun 2009 4:14 pm
-
marurat on
Sat, 13th Jun 2009 4:56 pm
-
M. Ansori on
Sat, 13th Jun 2009 5:04 pm
-
mashengky.com on
Mon, 15th Jun 2009 4:31 am
-
M. Ansori on
Mon, 15th Jun 2009 11:38 am
-
Ardy Pratama on
Tue, 16th Jun 2009 4:07 am
-
M. Ansori on
Tue, 16th Jun 2009 8:03 am
-
mashengky.com on
Tue, 16th Jun 2009 6:25 pm
-
Fadly Muin on
Tue, 16th Jun 2009 11:42 pm
-
M. Ansori on
Wed, 17th Jun 2009 7:57 am
-
M. Ansori on
Wed, 17th Jun 2009 8:48 am
-
How I Make $300 a Day Online on
Thu, 18th Jun 2009 11:21 am
-
M. Ansori on
Thu, 18th Jun 2009 11:59 am
-
hade on
Thu, 18th Jun 2009 1:21 pm
-
M. Ansori on
Thu, 18th Jun 2009 2:38 pm
-
andipeace on
Sat, 20th Jun 2009 8:52 pm
-
M. Ansori on
Mon, 22nd Jun 2009 12:55 pm
-
yunus on
Wed, 8th Jul 2009 11:45 am
-
dafiDRiau on
Thu, 12th Nov 2009 9:02 am
Tips yang baik pak, sebenarnya tips tersebut sudah diaplikasikan oleh para marketer dalam bisnis diinternet..Bagaimana mereka menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar..
Nice post pak ansori,
Ricky
Businessman
Betul sekali, mas Ricky. Memang kalau dilihat peristiwanya dalam cerita di atas adalah pada tahun 1950-an. Dan sampai sekarang kira-2 sudah sekitar 59 tahun yang lalu. Tetapi strategi tsb masih tetap relevan juga sampai sekarang untuk diaplikasikan. Terima kasih mas Ricky…!
Relung Pasar, istilah ini akan memperkaya pemahaman kita terhadap “hakikat sebuah peluang”.
artikelnya menarik Pak Ansori.. muatan faktual memang sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran kita untuk membuat suatu perubahan.
Salam Hangat,
Betul sekali mas Fadly, kalau kita mau belajar dari realita di sekitar kita, kita akan cepat mendapatkan pemahaman yang nantinya bisa digunakan untuk merencanakan langkah kita selanjutnya …
ini namanya adaptasi dan peka terhadap ransangan. he..he…gak deh..tapi peka terhadap situasi dan kondisi lingkungan.
Memang betul pendapat anda mas Marurat. Pebisnis itu memang harus peka terhadap perubahan lingkungan, dan harus bisa memanfaatkannya untuk kemajuan bisnisnya.
saya paling suka dengan istilah ceruk pasar.. pengalaman saya bertualang ke negara2 di eropa membuahkan ide untuk membuka juga hostel backpacker karena manusia2 backpack tidak pernah berhenti bertualang, mau hujan, panas, perang, damai, kaya, miskin, tua, muda, laki, perempuan.. semua nya adalah pasar yang sangat potensial
Mas Hengky ini lagi di Belanda, ya…!
Mudah-mudahan kesampaian tujuannya ke sana.
Selamat jalan-jalan mas Hengky.
Semoga sukses…!
relung pasar atw biasa dsbut niche memang bner2 efektif kok klo kita bsa mlihat pluang ddlam niche yg ada dsktar qt.. info yg mnarik pak, sya tnggu lnjutannya
Betul mas Ardi, kadang kita kurang jeli dalam melihat hal-hal demikian. Ok, saya akan lanjutkan dengan strategi yang berbeda dan lebih menarik…!
danke u well meneer!
Terima kasih Pak Ansori, sekalian mau info.. Toko Online sudah lounch. Mohon sarannya
Mas Hengky, kalau pakai bahasa yang ini, meskipun saya kenal bahasanya tapi saya nggak ngerti maksudnya. Tapi mudah-mudahan artinya baik bagi saya. Betul kan, mas Hengky…?
Saya ucapkan selamat dan sukses atas dibukanya toko online mas Fadly dan mbak Astried.
Ok, mas Fadly saya akan bantu semampu saya.
Semoga sukses selalu menyertai anda sekeluarga…! Amiiin…
Hey, great post, really well written. You should post more about this.
Hi Mike…! I marvel to you. You are a real combatant for your family.
I pleased to convey our family regard to your family (Angela and Marie).
Good luck…!
Nah…, di saat krisis spt ini kudu pinter menangkap relung pasar analog di atas…,
Jadi, yang baru mau mulai bisnis, jangan ragu lagi!
Memang betul, pak Hadi saat-saat krisis kita juga harus lebih kritis dalam berbisnis. Terima kasih pak Hadi atas kunjungannya.
Semoga sukses untuk pak Hadi…!
salam kenal….peace love
sangat bermanfa’at…terimakasih infonya dan akan saya coba terapkan didunia bisnis saya yang sedang saya geluti ini.
wasalam.
Saya do’akan semoga bisnis mas Andipeace lancar, sukses dan barokah…! Amiin…
Semoga perkenalan kita membawa keberhasilan…!
Wassalam,
trimakasih pak untk infonya… istilah Relung Pasar itu kita harus peka terhadap kebutuhan masyarakat dis ekitar ya pak…. saya baru buka toko kopi online nich… mohon sarannya ya pak…
salam kenal dan salam hangat…
Sulit namun harus dicoba ….
Muhammad Ansori Reply:
November 24th, 2009 at 7:33 pm
@dafiDRiau, memang sedikit rumit, tapi jangan takut mencobanya…!
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





M. Ansori Reply:
July 10th, 2009 at 3:01 pm
@yunus, relung pasar itu bisa juga diartikan pasar yang terbatas konsumennya atau produknya. Jadi pasar itu bisa di mana-2 asalkan konsumen utamanya hanya pada kalangan tertentu saja.
Bagus juga toko kopi online, masih belum ada mungkin…? Sudah siapkah sistem utama dan pendukungnya…?
Reply